7 Cara AI Akan Berdampak pada Masa Depan Pendidikan
Apa Saja yang Ada di Dalam Konten Ini?
Teknologi telah menjadi alat vital dalam industri pendidikan, dan seiring berkembangnya teknologi baru, sektor pendidikan telah berhasil mengintegrasikannya untuk memberi manfaat bagi siswa dan guru. Salah satu contoh terbaru dari teknologi yang berdampak pada pendidikan adalah teknologi pintar.
Seperti yang telah kami jelaskan dalam artikel post ‘8 Cara Teknologi Papan Pintar Membentuk Masa Depan Pendidikan’, papan pintar meningkatkan pengajaran, meningkatkan keterlibatan siswa, dan pada akhirnya memungkinkan hasil pembelajaran yang lebih baik. Dengan teknologi pintar yang kini semakin banyak digunakan di sekolah-sekolah, sektor pendidikan sedang mempersiapkan diri untuk evolusi teknologi berikutnya: Kecerdasan Buatan (AI). Tidak sejak komputer, teknologi akan memiliki efek seperti itu pada pendidikan. Meskipun masih dalam tahap awal adopsi, AI sudah diprediksi memiliki dampak yang besar, dengan survei Walton Family Foundation tahun 2023 menemukan bahwa 71% guru dan 65% siswa telah setuju bahwa alat bantu AI akan sangat penting untuk kesuksesan siswa di perguruan tinggi dan tempat kerja. Dengan semakin luasnya penggunaan AI di sekolah, berikut adalah tujuh cara AI akan berdampak pada masa depan pendidikan.
1. Pembelajaran yang Dipersonalisasi
Pembelajaran yang dipersonalisasi menjadi bagian yang semakin penting dalam pendidikan. Fitur kami tentang teknologi di dalam kelas oleh Sobi Tech mencatat bagaimana sistem pembelajaran adaptif dapat menggunakan data dan analitik untuk menilai kemajuan siswa secara individu dan menyediakan jalur pembelajaran yang disesuaikan. AI diatur untuk membawa pembelajaran yang dipersonalisasi ke tingkat berikutnya dengan menyesuaikan konten dan pelajaran dengan kebutuhan individu siswa secara lebih akurat. Misalnya, jika seorang siswa mengalami kesulitan atau unggul dalam pelajaran saat ini. AI dapat secara otomatis menyesuaikan pelajaran untuk individu tersebut untuk memastikan semua siswa belajar pada tingkat optimal mereka.
2. Pembuatan Konten
Aplikasi AI yang paling banyak dikenal dan digunakan dalam dunia pendidikan adalah alat pembuat konten, seperti ChatGPT. Alat-alat ini dilatih oleh model bahasa besar (LLMS) untuk memberikan pengalaman yang hampir akurat dan menarik bagi pengguna. Artikel tentang AI oleh MongoDB menjelaskan bagaimana LLM dapat digunakan untuk pemecahan masalah umum, seperti menjawab pertanyaan, pembuatan teks, klasifikasi teks, dan ringkasan teks. Dalam dunia pendidikan, alat pembuatan konten telah memungkinkan siswa untuk membuat materi pembelajaran. Seperti kuis dan kartu flash, dan mereka dapat meminta AI untuk membuat panduan belajar.
Namun, terlepas dari manfaatnya dalam membantu kemampuan siswa untuk belajar. Dampak terbesar pada masa depan pendidikan adalah penggunaan AI sebagai jalan pintas, bukan sebagai sarana belajar. Karena alat pembuat konten menjadi lebih akurat dalam meniru manusia. Akan ada peningkatan jumlah siswa yang menggunakan alat tersebut untuk melakukan pekerjaan sebagai pekerjaan mereka. Tantangan terbesar dunia pendidikan adalah memastikan bahwa AI digunakan sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti pembelajaran.
3. Pembelajaran Bahasa
Salah satu subjek yang akan memiliki dampak besar pada AI adalah pembelajaran bahasa. Frontiers melaporkan sebuah studi tentang AI yang menunjukkan bagaimana sebuah kelompok dengan instruksi yang dimediasi oleh AI menerima hasil pembelajaran bahasa yang lebih tinggi secara signifikan di semua bidang yang dinilai dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan instruksi bahasa tradisional. AI tidak hanya dapat membuat rencana pelajaran yang dipersonalisasi berdasarkan kemampuan siswa. Tetapi juga akan dapat membuat chatbot yang dapat berbicara dengan siswa sesuai dengan level mereka.
4. Dukungan Pendidikan Kebutuhan Fungsional
Kemampuan AI untuk beradaptasi dengan kebutuhan individu telah membuatnya menjadi perkembangan yang menarik dalam pendidikan kebutuhan fungsional, khususnya dalam hal komunikasi. AI akan dapat secara instan mengubah ucapan menjadi teks untuk siswa yang mengalami gangguan pendengaran dan sebaliknya untuk siswa yang mengalami gangguan penglihatan. AI juga akan dapat menghasilkan konten dan rencana pelajaran yang disesuaikan dengan disabilitas siswa.
5. Perencanaan Kurikulum dan Mengurangi Kelelahan
Bukan hanya siswa yang mendapatkan manfaat dari AI dalam dunia pendidikan, para guru juga merasakan dampak positifnya. Kelelahan guru telah menjadi masalah besar di sektor pendidikan. Dengan Pusat Statistik Pendidikan Nasional yang menunjukkan bahwa 16% guru telah berhenti dalam 12 tahun terakhir karena “kelelahan secara fisik, emosional, dan mental.” AI dapat mengotomatiskan tugas-tugas yang memakan waktu seperti perencanaan kurikulum yang harus dilakukan guru ketika tidak sedang mengajar. Hal ini dapat mencakup rencana pelajaran, panduan belajar, dan kegiatan di kelas. Dengan memberikan lebih banyak ruang dan waktu bagi guru untuk fokus pada kelas. AI dapat berdampak besar dalam meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja guru dan mengurangi jumlah guru yang meninggalkan sektor ini.
6. Analisis dan Wawasan Siswa dan Guru
Jumlah data yang dapat dikumpulkan oleh AI hampir tidak terbatas. Dan ini akan berdampak besar pada bagaimana para pendidik dapat membantu siswa. Dengan menganalisis data dari siswa dan pelajaran mereka sendiri. Para guru akan dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang bagaimana meningkatkan pendekatan dan materi pengajaran mereka. Data ini juga akan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada lembaga pendidikan tentang bagaimana sekolah beroperasi untuk membantu mereka mengalokasikan waktu dan dana dengan lebih baik untuk perbaikan.
7. Masalah Privasi
Seperti halnya kecurangan, dampak negatif lain yang mungkin ditimbulkan oleh AI terhadap pendidikan adalah privasi. Karena sifatnya yang sensitif, privasi data sangat penting bagi reputasi sekolah. Dan meskipun AI dapat menyortir dan menyimpan data dengan lebih efektif, AI juga meningkatkan risiko pelanggaran data jika tidak dikelola dengan baik. Ada juga kasus etis dalam menggunakan AI untuk melacak siswa. Semakin banyak siswa yang menggunakan AI untuk membantu mereka belajar, ada risiko bahwa AI dapat memonitor siswa di luar batas kewajaran. Seperti apa yang mereka lakukan saat istirahat atau di luar sekolah. Untuk mengatasi risiko privasi ini, lembaga pendidikan harus memiliki peraturan dan perlindungan AI yang kuat.
Kata Penutup
AI akan memberikan dampak yang sangat besar pada masa depan pendidikan. Meskipun sebagian besar dampaknya akan positif, sektor pendidikan juga harus siap menghadapi risiko yang dibawa oleh AI ke sekolah-sekolah.